Aplikasi Modul VR Prodi Penyiaran

Kuliah Daring memberikan layanan pembelajaran atau perkuliahan yang bermutu secara dalam jaringan yang bersifat terpadu dan terbuka untuk menjangkau audiens yang lebih luas pada skala nasional dalam pelaksanaan PJJ.

Pandemi COVID-19 ini memberikan tantangan baru bagi dunia, baik dari segi kesehatan, ekonomi, maupun pendidikan, kebijakan yang dibuat Pemerintah untuk Pandemi ini memang akan merugikan banyak pihak, kebijakan Lockdown dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di berbagai penjuru negeri membuat proses dan sistem kesehatan dan khususnya pendidikan terpaksa diubah. Mata kuliah di Polimedia yang memiliki banyak praktik mengalami dampaknya akibat Covid-19 ini, oleh karena itu diperlukan solusi untuk kegiatan praktik dengan memanfaatkan teknologi daring dengan Modul Virtual Reality sehingga Capaian Pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal.

Aplikasi Modul VR sesuai dengan kebutuhan pembelajaran mahasiswa Prodi Penyiaran Jurusan Penerbitan untutk praktik mata kuliah Produksi Program TV, Tata Suara (Audio Mixer), Jurnalisik TV, Tata Artistik Make up dan Wardrobe, dan Kewirausahaan . Apk Aplikasi Android Modul VR ini sudah di upload di google drive sehingga mahasiswa dan dosen dapat mendownload di HP masing-masing

Link Download:
https://drive.google.com/drive/folders/1Rfewrl19_pmVjKmIsCq9EK4t7PowO4jM?usp=sharing

Polimedia Pertajam Link and Match Industri lewat Magang Dosen

Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) wujudkan link and match melalui program Magang Dosen Vokasi ke Industri yang digagas oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi, Kemdikbudrsitek Kemendikbudristek. Program magang ini memperkuat sinergi antara perguruan tinggi vokasi dengan industri, terutama dalam peningkatan kualitas pembelajaran dan lulusan.

“Program magang dosen vokasi ini menjadi langkah nyata, bahwa sinergi tidak hanya sekadar di atas kertas saja” jelas Direktur Polimedia, Purnomo Ananto saat acara Workshop Nasional Think Business, Think Custom: Meningkatkan Product Value melalui Desain secara daring (11/11/2021).

Workshop yang diadakan oleh Lazuardy Printing ini merupakan kolaborasi antara Kemdikbudristek, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Program Studi Desain Mode Polimedia, APKOMINDO, dan Print Media Indonesia. Dalam workshop ini berisikan tentang sinergi yang dilakukan oleh perguruan tinggi dan industri sehingga dapat secara bersama-sama menghasilkan SDM yang unggul dan berdaya saing tinggi. Dihadiri lebih dari 200 peserta dari seluruh Indonesia, workshop juga dilanjutkan dengan kegiatan pembuatan produk custom di bidang fesyen.

Owner Lazuardy Printing, Indah Dwi Yulianti mengatakan bahwa program ini membuka sebuah peluang usaha baru dan berdampak dalam meningkatkan kualitas dari produk yang dihasilkan melalui desain custom. Selain itu di sisi lain juga diharapkan lulusan Polimedia, khususnya desain mode mampu melakukan wirausaha agar dapat menyerap tenaga kerja.

“Workshop ini membuka peluang dan meningkatkan kualitas produk desain custom, Polimedia pasti bisa menelurkan lulusan yang berwirausaha” jelas Dwi.

Magang dan Tridharma
Salah satu dosen penerima program, Ince Dian Aprilyani Azir menyatakan jika program ini tersebut dapat meningkatkan kualitas dosennya itu sendiri. Tercatat output dari magang ini ada jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, dan Modul English Reading and Vocabulary for Fashion pembelajaran dalam bentuk buku, serta Hak Cipta untuk modul tersebut.

“Melalui program ini sudah ada dua jurnal nasional dan internasional, sertq serta modul untuk pembelajaran dengan hak ciptanya” jelas Ince.

Magang dosen vokasi ke industri ini juga tidak hanya menjalankan program dari kementerian saja, melainkan juga sebagai wujud tridharma perguruan tinggi yang mencakup pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ince menegaskan bahwa program seperti ini dapat membentuk kegiatan tridharma yang efektif dan efisien.

“Magang ini tidak hanya tentang kerja sama saja, namun juga bisa menghasilkan produk tridharma dengan efektif dan efisien” ucap Ince.

Ince berharap, program ini akan terus berkesinambungan dan dimanfaatkan sepenuhnya oleh dosen di Polimedia. Sehingga link and match yang digaungkan oleh Dirjen Pendidikan Vokasi bisa meningkatkan kualitas hard skill dan soft skill lulusan perguruan tinggi vokasi.

“Harapannya semoga semakin banyak Dosen Polimedia yang bisa ikut terpilih dan berpartisipasi di program dosen magang ke industri” tutup Ince.

Humas Polimedia
[email protected]
www.polimedia.ac.id

1st Tegal International Conference on Multidisciplinary Studies (TIC-MS) 2022

Sehubungan dengan adanya seminar internasional yakni 1st Tegal International Conference on Multidisciplinary Studies (TIC-MS) 2022 dan Politeknik Negeri Media Kreatif bertindak sebagai Co-Host dalam seminar tersebut bekerja sama dengan Politeknik Harapan Bersama, dengan ini P3M Politeknik Negeri Media Kreatif bermaksud memfasilitasi pembiayaan registrasi artikel dosen yang berminat untuk dipresentasikan dalam kegiatan seminar internasional tersebut.

Mengingat keterbatasan dana, jumlah artikel yang akan dibiayai P3M Politeknik Negeri Media Kreatif sebanyak 5 artikel. Apabila Bapak/Ibu berminat tawaran ini silahkan mengunggah draft artikel Bapak/Ibu dosen ke link berikut https://bit.ly/regisseminarinternational maksimal 3 November 2021.

Adapun apabila jumlah artikel yang masuk melebihi batas kuota maka P3M Politeknik Negeri Media Kreatif akan melakukan seleksi.

Atas perhatian dan kerjasamanya, diucapkan terima kasih.

Kepala P3M

Tipri Rose Kartika

Festival UMKM 2021 kumparan Curi Perhatian 389.621 Penonton

Jakarta, 28 Oktober 2021 – kumparan sukses menyelenggarakan Festival Usaha Milik Kaum Milenial (UMKM) 2021 yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut, 26-28 Oktober 2021. Festival para pelaku bisnis milenial yang diadakan untuk memeriahkan Hari Sumpah Pemuda ini mencuri perhatian khalayak dengan disaksikan 389.621 penonton dan peserta.

Acara dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyambut baik Festival UMKM 2021 yang diselenggarakan kumparan.

Presiden RI Joko Widodo memberikan pidato pembukaan pada Festival UMKM 2021 kumparan.

“Semoga Festival UMKM ini bisa memotivasi para entrepreneur muda, baik di tingkat kecil maupun menengah, untuk mengembangkan usahanya dan bisa naik kelas. Adaptasi dan informasi menjadi kunci UMKM berkembang dan turut membangun ekonomi Indonesia,” ujar Presiden Jokowi pada Selasa (26/10).

Chief Corporate Strategy kumparan, Andrias Ekoyuono, menjelaskan pada Festival UMKM tahun ini, kumparan mengambil semangat #kumparantemanUMKM sebagai jembatan yang menghubungkan para pelaku UMKM milenial dengan para pemangku kepentingan yakni expert, pemerintah, dan brands.

Chief Corporate Strategy kumparan, Andrias Ekoyuono, di Festival UMKM 2021 kumparan.

“Pandemi COVID-19 yang berjalan hampir dua tahun telah menjadi tantangan dan berdampak pada aktivitas ekonomi dan banyak sektor, termasuk pelaku UMKM. Adaptasi dan transformasi menjadi kunci agar pelaku UMKM agar terus berusaha. Lewat Festival UMKM 2021, kumparan ingin berkontribusi terhadap tumbuh kembang sektor UMKM Indonesia,” kata Andrias Ekoyuono.

Sejumlah menteri Kabinet Kerja berpartisipasi dalam Festival UMKM 2021 kumparan. Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mendorong sektor UMKM didominasi oleh para generasi milenial. “Saya punya keyakinan semakin banyak anak muda menjadi pengusaha nasional lewat UMKM, maka semakin berdaulat ekonomi kita,” kata Bahlil saat pidato di hari ketiga Festival UMKM 2021 kumparan, Kamis (28/10).

Sedangkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam sambutannya menyepakati kemajuan UMKM mesti didorong dengan kemampuan para pelaku bisnis dalam memanfaatkan teknologi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang juga hadir dalam Festival UMKM 2021 menekankan pentingnya sinergi pelaku UMKM dengan pemangku kepentingan agar dampak dan tantangan selama pandemi—terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif—dapat tertangani.

Live Streaming Festival UMKM 2021 kumparan #kumparantemanUMKM, 26-28 Oktober 2021.

Festival UMKM 2021 kumparan menyajikan yang berbeda pada tahun ini dengan menghadirkan Master Class, program pelatihan intensif selama satu pekan yang bekerja sama dengan BRI, Kementerian Koperasi dan UKM, serta Blibli. Setidaknya sebanyak 1.200 UMKM mendaftar untuk mengikuti program pelatihan intensif tersebut.

kumparan juga melanjutkan program Local Brand Editor’s Choice, yakni penghargaan untuk brand lokal di Indonesia sebagai bentuk apresiasi kontribusi sektor UMKM pada kemajuan perekonomian Indonesia. Festival UMKM 2021 kumparan juga bertaburan talkshow dan webinar yang dapat menambah wawasan mengenai UMKM. Festival berkolaborasi dengan BRI, Blibli, Kementerian Koperasi dan UKM, Teh Botol Sosro, Telkomsel, Kuncie, dan Prudential Indonesia.

Pada hari pertama, 26 Oktober 2021, ada talkshow yang menghadirkan lulusan SMK yang sukses di bisnis fashion seperti Dian Pelangi. Dian Pelangi yang merupakan designer & entrepreneur mengungkapkan sebagai lulusan SMK, dia mendapatkan respek karena hasil karyanya. Kemudian, memiliki kemampuan dan keahlian berbicara juga salah satu sikap untuk dihargai orang lain.

Hari kedua, 27 Oktober 2021, selebritas dan Founder SINA, Prilly Latuconsina, menekankan pentingnya brand awareness ketika ingin memulai usaha dalam talkshow bertajuk ‘Menjual Brand Menggaet Konsumen’. Branding menjadi tantangan tersendiri bagi Prilly ketika ingin memperkenalkan produk yang saat ini sedang dikembangkannya, terlebih produk tersebut bukan kebutuhan primer masyarakat.

Prilly Latuconsina, selebritas sekaligus Founder SINA,  di sesi talkshow Festival UMKM 2021.

Lalu, di hari terakhir pada 28 Oktober 2021, Brand Activist & Creative Storyteller, Handoko Hendroyono, membagikan tipsnya dalam mengelola konsumen. Dalam branding, para pelaku bisnis harus memahami keinginan dan insight dari konsumen.

“Sebenarnya yang perlu dipahami adalah bagaimana mengelola crowd karena di situlah kekuatan Indonesia. Saya sangat percaya bahwa Indonesia pangsa pasarnya adalah konsumen. Karena itu, bagaimana kita membina hubungan yang sangat baik, memahami detil-detil konsumen yang sangat baik. Di situlah peluang kita besar sekali,” jelas Handoko.

Tahun lalu, Festival UMKM disaksikan oleh 155.808 penonton, dihadiri 50 komunitas, dan mengundang lebih dari 50 pakar dan figur publik. Hal tersebut yang juga membawa kumparan melalui Festival UMKM dianugerahi penghargaan sebagai Best Revenue Diversification Product/Project/Services oleh Asosiasi Penerbit Berita Dunia atau WANIFRA.

Pada tahun ini, Festival UMKM 2021 kumparan mendapatkan respon positif dari para penonton dan peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. “Pemaparannya bagus banget. Kita jadi dapat ilmu banyak tentang UMKM. Maju terus UMKM Indonesia,” seperti yang diungkapkan salah satu penonton dengan akun YouTube Anfini Putri. Sedangkan Rizki Yani mengatakan, “Terima kasih kumparan… Materi UMKM-nya sangat bermanfaat.”

Polimedia Kembangkan Desa, dari Literasi Budaya Hingga Digitalisasi Perajin Kulit

Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) tengah melaksanakan pengembangan potensi desa untuk membantu masyarakat desanya agar dapat naik kelas. Hal ini dilakukan sebagai wujud pengabdian masyarakat dari Polimedia dengan memanfaatkan Program Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2MD) yang diberikan oleh Direktorat Mitras DUDI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

“Ada dua desa yang saat ini sedang dikembangkan oleh Polimedia, pertama desa budaya betawi di wilayah Srengseng Sawah dan kedua desa perajin kulit di Kecamatan Pasar Kemis, Tangerang” jelas Direktur Polimedia, Purnomo Ananto saat berjumpa dengan wartawan (14/10).

Direktur Polimedia menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menjadi kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi saja, namun implementasi pembelajaran yang dapat dihilirisasi dan dirasakan oleh masyarakat. Sehingga program yang secara teknis dilakukan oleh mahasiswa Polimedia ini juga dapat menerapkan apa yang selama ini dipelajari dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“P2MD ini tidak sekadar Tridharma saja, namun hilirisasi kemampuan mahasiswa Polimedia sehingga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat” tambah Purnomo.

Desa Budaya Betawi

Pengembangan di Desa Budaya Betawi merupakan langkah lanjut dari pembuatan Taman Baca Masyarakat bersama Kelurahan Srengseng Sawah. Terlebih kelurahan tersebut juga merupakan lokasi dimana Kampus Polimedia ini berdiri. Pengembangan desa tersebut dengan menciptakan literasi dalam bentuk bacaan dan multimedia terkait budaya betawi yang saat ini semakin termarginalkan. Selain itu juga dapat menjaring wisatawan yang akan menggairahkan ekonomi ditengah pandemi saat ini.

Ketua P2MD Desa Budaya Betawi, Adinda Salsabila mengatakan bahwa pengembangan literasi budaya betawi ini akan memberikan nilai lebih dan menjadi potensi wisata yang lebih modern. Peningkatan kualitas literasinya dapat memberikan sisi menarik lain budaya betawi dari yang selama ini diinformasikan pada kanal online.

“Kami saat ini membangun literasi budaya betawi sehingga masyarakat lain dan wisatawan dapat melakukan eksplorasi mendalam terkait budaya betawi, added value itu yang kami kembangkan” jelas Salsa.

Desa Perajin Kulit

Pengembangan desa selanjutnya dilakukan di Kecamatan Pasar Kemis, Tangerang yang mana terdapat lebih dari 400 perajin kulit telah menghasilkan beragam produk seperti sepatu, sendal, dompet, dan tas. Pasarnya pun cukup baik di wilayah Sumatra dan bahkan beberapa sudah melakukan ekspor ke negeri tetangga. Meski demikian, pengelolaannya masih tradisional dan memerlukan pendampingan agar bisa naik kelas.

Peneliti Polimedia Ciptakan Pengganti Silica Gel Masa Depan Dari Nata De Coco

Tim Peneliti Politeknik Negeri Kreatif (Polimedia) melakukan diseminasi hasil penelitian Nata De Coco kering terpadatkan sebagai pengganti silika gel masa depan. Presentasi penelitian ini diinisiasi bertujuan untuk memperkenalkan produk inovasi nata de coco ini untuk diterapkan kepada masyarakat luas terutama UMKM. Acara ini dihadiri oleh masyarakat pelaku usaha yang dalam hal ini kelompok-kelompok usaha UMKM dari kota Bogor, perwakilan dari kantor pusat penganekaragaman konsumsi & keamanan pangan, kepala balai besar litbang pasca panen pertanian, kepala balai pengelola alih tekonologi pertanian Bogor, dan koordinator kelompok substansi konsumsi pangan kementrian pertanian.

Diseminasi isi dibuka oleh Direktur Polimedia, Purnomo Ananto didampingi oleh ketua P3M Polimedia Tipri Rose Kartika. Beliau menegaskan bahwa Polimedia terus mengembangkan penelitian dan berinovasi guna memenuhi kewajiban sebagai akademisi, dan tentunya bersinergi dengan industri dan lembaga terkait.

“Polimedia akan terus melakukan penelitian yang nantinya dihilirisasi dan dirasakan dampak positifnya bagi masyarakat luas” jelas Purnomo pada saat berbincang dengan wartawan di Kampus Polimedia (14/10/2021).

Nata de coco kering terpadatkan ini adalah produk inovasi untuk menyerap kadar uap air pada produk makanan dalam kemasan yang bertujuan untuk memperpanjang umur simpan makanan. Produk inovasi ini didiseminasikan kepada masyarakat atas dukungan dana hibah program PTDM (Produk Teknologi yang Didiseminasikan ke Masyarakat) dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) Tahun 2021.

Tim program PTDM terdiri dari 3 orang Dosen Polimedia Jakarta, Handika Dany Rahmayanti, Septia Ardiani dan Nurul Akmalia. “Penelitian Nata De coco terpadatkan ini sudah lama kami lakukan sejak saya kuliah doktoral di bawah bimbingan Prof. Mikrajuddin Abdullah dan sudah kami daftarkan paten ke kemenkumham, kami terus melakukan pengembangan sampai akhirnya tahun ini kami bisa diseminasikan,” ucap ketua Tim Peneliti, Handika Dany Rahmayanti.

Dosen Polimedia Kembangkan Inovasi Tinta Cetak Ramah Lingkungan

Kebutuhan industri grafika terhadap tinta cetak terus meningkat seiring dengan peningkatan produksi, khususnya industri kemasan. Namun bahan baku tinta cetak tersebut berbasis minyak bumi dan sebagian besar merupakan produk impor.

Direktur Polimedia, Purnomo Ananto menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai salah satu upaya pemenuhan kebutuhan industru terhadap tinta cetak yang terus meningkat, khususnya industri kemasan.

“Upaya-upaya terus kami lakukan, salah satunya melalui kegiatan ini. Kegiatan produksi harus tetap berjalan, sehingga penting bagi kita untuk memenuhi kebutuhan tinta cetak yang ramah lingkungan, khususnya industri kemasan” jelas Direktur Polimedia, Purnomo Ananto kepada wartawan di Kampus Polimedia, Jakarta (14/10/2021).

Sebagai salah satu kontribusi terhadap teknologi rekayasa material tinta cetak, dosen Prodi Teknik Grafika, Politeknik Negeri Media Kreatif, Gema Sukmawati Suryadi mengembangkan tinta cetak offset berbahan biodiesel sawit sebagai pengganti solvent berbasis minyak bumi.

Gema dan tim riset melaksanakan penelitian dengan dukungan pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dalam program Grant Riset Sawit 2020. Penelitian tersebut dilaksanakan selama periode 2020-2022.

“Penelitian yang sedang kami lakukan saat ini telah menghasilkan dua produk luaran, yaitu varnish dan tinta cetak offset. Varnish yang kami kembangkan menggunakan solvent Fatty Acid Methyl Ester yang biasa dikenal dengan istilah biodiesel sawit. Kemudian varnish tersebut menjadi bahan baku penyusun tinta cetak offset selain pigment dan beberapa bahan aditif lainnya, ” kata Gema.

“Kami telah menghasilkan prototipe tinta cetak offset Cyan, Magenta, Yellow, dan Black dan melakukan pengujian di Laboratorium Pengujian Bahan Grafika, Politeknik Negeri Media Kreatif. Hasil menunjukkan bahwa tinta ini dapat memenuhi nilai standar warna yang ditargetkan dalam ISO 12647-2. Selain itu tinta sawit ini memiliki nilai Volatile Organic Compound (VOC) yang lebih rendah daripada tinta cetak offset konvensional, sehingga lebih ramah lingkungan” ujarnya.

“Saat ini penelitian masih berlangsung di tahun kedua. Kami melakukan demonstrasi cetak pada mesin cetak skala industri terbatas dan mempersiapkan pendaftaran HKI. Selain itu, kami juga melakukan studi tekno-ekonomi terhadap produk tinta untuk mengkaji peluang hilirisasi bersama industri,” ungkapnya.

Ia mengatakan produk inovasi hasil penelitian ini dapat meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor produk tinta cetak di Indonesia. Pemanfaatan biodiesel sawit sebagai sumber daya lokal dalam tinta cetak juga diharapkan dapat menambah diversifikasi produk hilir olahan sawit dan turunannya sebagai substitusi produk kimia berbasis minyak bumi.

Dies Natalis Ke-13, Polimedia Mengembangkan Program Kewirausahaan

Jumat (08/10/2021) Polimedia menggelar Dies Natalis ke-13 di lingkungan kampus Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) Jakarta. Acara yang bertemakan “Maju Bersama Polimedia” ini berlangsung secara khidmat dan meriah dengan dihadiri oleh seluruh civitas akademika, staff, serta pegawai Polimedia, dengan menggelar beberapa kegiatan seperti kegiatan donor darah, pemilihan Duta Polimedia, dan santunan anak yatim yayasan Formas WSI.

Pada Dies Natalis ke-13 ini banyak sekali upaya-upaya yang dilakukan Polimedia untuk mewujudkan Visi nya yaitu “Menjadi lembaga pendidikan tinggi terkemuka dan unggul di bidang industri kreatif pada tahun 2025”. Upaya tersebut dilakukan salah satunya dengan menciptakan program-program pendidikan di bidang industri kreatif yang berbasis produksi dan kewirausahaan. Saat ini kewirausahaan menjadi satu keahlian yang harus dimiliki oleh mahasiswa/i sehingga mereka memiliki bekal dan mampu mengaplikasikannya di industri kreatif.

“Banyak sekali program-program yang diselenggarakan oleh Polimedia berkaitan dengan kewirausahaan, seperti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), Program Wirausaha Mahasiswa Vokasi (PWMV), dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan. Program-program tersebut terstruktur demi mewujudkan Program pendidikan di bidang industri kreatif berbasis kewirausahaan” jelas Ketua Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Polimedia, Tipri Rosa Kartika kepada wartawan di Kampus Polimedia, Jakarta (14/10/2021).

Sejauh ini banyak sekali kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mendukung program tersebut, seperti seminar, workshop, dialog industri, pembuatan modul kewirausahaan, expo virtual, bahkan menjalin kerjasama dengan lembaga pemerintahan maupun perusahaan pun sudah sering dilakukan. Terdapat beberapa lembaga/perusahaan yang sudah menjalin kerjasama dengan Polimedia seperti pembentukan kelas industri antara Polimedia dan Indofood CBP, penandatanganan MoU antara Polimedia dan Pemprov Kalimantan Utara.

Direktur Politeknik Negeri Media Kreatif, Purnomo Ananto mengapresiasi dan berterima kasih atas pelaksanaan dan tindak lanjut dari kerjasama tersebut. Harapannya, Polimedia menjadi contoh bagi perguruan tinggi vokasi lain untuk terus melakukan super link and match agar upaya-upaya program lainnya dapat terealisasi.

Polimedia Genjot Lulusan Berwirausaha

Politeknik Negeri Media Kreatif memiliki 15 program studi yang berbasis industri kreatif. Sebagai Pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada keterampilan praktik, kurikulum yang dikembangkan sejalan dengan kebutuhan indusri dan berbasis kewirausahaan. Pandemi COVID-19 yang terjadi, menimbulkan persaingan dalam dunia industri saat ini semakin ketat dan menimbulkan banyaknya perubahan. Pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh industri juga mengakibatkan tingginya pengangguran di Indonesia sehingga dituntut untuk meningkatkan kemampuan berwirausaha.

Sejalan dengan itu dunia Pendidikan juga dituntut untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran guna meningkatkan ketrampilan dalam berwirausaha. Dalam rancangan pengembangan ekosistem wirausaha ini dirancang beberapa program penguatan diantaranya membentuk ekosistem pendamping forum kreatif, peningkatan kapasitas usaha dan membentuk pusat inkubasi. Membentuk ekosistem pendamping forum kreatif dilakukan dengan knowledge sharing, training bisnis, FGD dengan dudi dan pengembangan platform game simulasi bisnis. Diharapkan dari game simulasi ini dapat memberikan pelajaran dan pengalaman didunia bisnis dan industri serta dapat menguji kemampuan mahasiswa dalam pengambilan keputusan dan mengurangi resiko finansial.

Sebagai langkah awal, pada 28 september 2021 kemarin diadakan seminar dan workshop wirausaha muda dengan tema “Menumbuhkan Ekosistem Kewirausahaan di Kampus” dengan narasumber dari praktisi industri yang telah sukses membangun usaha dengan berbagai macam model bisnis, Danu Sofwan. Danu adalah Founder & Owner Radja cendol, es teh Indonesia, Basreng gonjreng dan others. Selain itu dari akademisi juga ada narasumber Athalia Permatasari.,MSC. Athalia adalah praktisi Kewirausahaan Co founder dan Coo of Mayer foods

Lebih lanjut guna mendukung pengembangan ekosistem kewirausahaan di kampus, kami juga melakukan inisiasi kemitraan dengan industri khususnya industri tekstil seperti bekerja sama dengan PT Wieda Sejahtera (Batik ArjunaWeda) guna peningkatan aktivitas kewirausahaan di kampus khususnya Perguruan Tinggi Vokasi. Industri tekstil dipilih karena seolah industri ini tak pernah mati dalam dunia bisnis dan akan terus berkembang.

Dalam program peningkatan kapasitas usaha akan dilakukan networking/ jejarung dengan mitra industri serta membantu kepengurusan hak cipta dari usaha yang dirintis oleh mahasiswa. Pembentukan pusat inkubasi juga dilakukan diantaranya dengan Langkah membuat bootcamp kewirausahaan dan pelatihan pengembangan bisnis.

kumparan Kembali Gelar Festival UMKM 2021

Jakarta, 19 Oktober 2021 – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, kumparan kembali menggelar Festival Milik Kaum Milenial (UMKM) 2021. Festival yang ditujukan kepada para pelaku bisnis milenial yang menjalankan UMKM ini diselenggarakan pada 26-28 Oktober 2021 dengan mengusung tema #kumparantemanUMKM.

Festival UMKM kumparan 2021 menjadi tahun kedua bagi kumparan menyelenggarakan event UMKM milenial online terbesar di Indonesia. Yang berbeda, tahun ini Festival UMKM mempersembahkan Master Class, program pembinaan yang memberikan kesempatan UMKM untuk mengembangkan bisnisnya. Tiga mitra yakni perbankan, e-commerce, dan pemerintah digandeng untuk memberikan pembinaan mendalam (in-depth coaching) bagi peserta UMKM terpilih.

Acara akan kembali dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Sejumlah menteri Kabinet Kerja juga ikut berpartisipasi antara lain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, serta Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Festival UMKM akan diisi oleh figur publik ternama yang juga merupakan pelaku bisnis seperti Prilly Latuconsina (selebritas & Founder SINA), Ria Miranda (Creative Director RiaMiranda), Dian Pelangi (desainer), Decky Sastra (Founder Rawtype Riot & Pemenang Local Brand Editor’s Choice 2020), Niko Julius (digital marketing expert), dan lainnya. Mereka akan membagikan pengalaman serta pengetahuannya dalam merintis bisnis yang mereka jalani selama ini.

Event yang berlangsung pada 26-28 Oktober ini akan menghadirkan serangkaian acara seperti keynote speech, webinar dan talkshow dari empat sektor UMKM (Kuliner, Kriya, Kecantikan, dan Fashion), special session, pengumuman pemenang kumparan Local Brand Editor’s Choice, pembinaan Master Class, serta penampilan musik dari musisi Tanah Air.