Polimedia Genjot Lulusan Berwirausaha

Politeknik Negeri Media Kreatif memiliki 15 program studi yang berbasis industri kreatif. Sebagai Pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada keterampilan praktik, kurikulum yang dikembangkan sejalan dengan kebutuhan indusri dan berbasis kewirausahaan. Pandemi COVID-19 yang terjadi, menimbulkan persaingan dalam dunia industri saat ini semakin ketat dan menimbulkan banyaknya perubahan. Pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh industri juga mengakibatkan tingginya pengangguran di Indonesia sehingga dituntut untuk meningkatkan kemampuan berwirausaha.

Sejalan dengan itu dunia Pendidikan juga dituntut untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran guna meningkatkan ketrampilan dalam berwirausaha. Dalam rancangan pengembangan ekosistem wirausaha ini dirancang beberapa program penguatan diantaranya membentuk ekosistem pendamping forum kreatif, peningkatan kapasitas usaha dan membentuk pusat inkubasi. Membentuk ekosistem pendamping forum kreatif dilakukan dengan knowledge sharing, training bisnis, FGD dengan dudi dan pengembangan platform game simulasi bisnis. Diharapkan dari game simulasi ini dapat memberikan pelajaran dan pengalaman didunia bisnis dan industri serta dapat menguji kemampuan mahasiswa dalam pengambilan keputusan dan mengurangi resiko finansial.

Sebagai langkah awal, pada 28 september 2021 kemarin diadakan seminar dan workshop wirausaha muda dengan tema “Menumbuhkan Ekosistem Kewirausahaan di Kampus” dengan narasumber dari praktisi industri yang telah sukses membangun usaha dengan berbagai macam model bisnis, Danu Sofwan. Danu adalah Founder & Owner Radja cendol, es teh Indonesia, Basreng gonjreng dan others. Selain itu dari akademisi juga ada narasumber Athalia Permatasari.,MSC. Athalia adalah praktisi Kewirausahaan Co founder dan Coo of Mayer foods

Lebih lanjut guna mendukung pengembangan ekosistem kewirausahaan di kampus, kami juga melakukan inisiasi kemitraan dengan industri khususnya industri tekstil seperti bekerja sama dengan PT Wieda Sejahtera (Batik ArjunaWeda) guna peningkatan aktivitas kewirausahaan di kampus khususnya Perguruan Tinggi Vokasi. Industri tekstil dipilih karena seolah industri ini tak pernah mati dalam dunia bisnis dan akan terus berkembang.

Dalam program peningkatan kapasitas usaha akan dilakukan networking/ jejarung dengan mitra industri serta membantu kepengurusan hak cipta dari usaha yang dirintis oleh mahasiswa. Pembentukan pusat inkubasi juga dilakukan diantaranya dengan Langkah membuat bootcamp kewirausahaan dan pelatihan pengembangan bisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *