Peneliti Polimedia Ciptakan Pengganti Silica Gel Masa Depan Dari Nata De Coco

Tim Peneliti Politeknik Negeri Kreatif (Polimedia) melakukan diseminasi hasil penelitian Nata De Coco kering terpadatkan sebagai pengganti silika gel masa depan. Presentasi penelitian ini diinisiasi bertujuan untuk memperkenalkan produk inovasi nata de coco ini untuk diterapkan kepada masyarakat luas terutama UMKM. Acara ini dihadiri oleh masyarakat pelaku usaha yang dalam hal ini kelompok-kelompok usaha UMKM dari kota Bogor, perwakilan dari kantor pusat penganekaragaman konsumsi & keamanan pangan, kepala balai besar litbang pasca panen pertanian, kepala balai pengelola alih tekonologi pertanian Bogor, dan koordinator kelompok substansi konsumsi pangan kementrian pertanian.

Diseminasi isi dibuka oleh Direktur Polimedia, Purnomo Ananto didampingi oleh ketua P3M Polimedia Tipri Rose Kartika. Beliau menegaskan bahwa Polimedia terus mengembangkan penelitian dan berinovasi guna memenuhi kewajiban sebagai akademisi, dan tentunya bersinergi dengan industri dan lembaga terkait.

“Polimedia akan terus melakukan penelitian yang nantinya dihilirisasi dan dirasakan dampak positifnya bagi masyarakat luas” jelas Purnomo pada saat berbincang dengan wartawan di Kampus Polimedia (14/10/2021).

Nata de coco kering terpadatkan ini adalah produk inovasi untuk menyerap kadar uap air pada produk makanan dalam kemasan yang bertujuan untuk memperpanjang umur simpan makanan. Produk inovasi ini didiseminasikan kepada masyarakat atas dukungan dana hibah program PTDM (Produk Teknologi yang Didiseminasikan ke Masyarakat) dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) Tahun 2021.

Tim program PTDM terdiri dari 3 orang Dosen Polimedia Jakarta, Handika Dany Rahmayanti, Septia Ardiani dan Nurul Akmalia. “Penelitian Nata De coco terpadatkan ini sudah lama kami lakukan sejak saya kuliah doktoral di bawah bimbingan Prof. Mikrajuddin Abdullah dan sudah kami daftarkan paten ke kemenkumham, kami terus melakukan pengembangan sampai akhirnya tahun ini kami bisa diseminasikan,” ucap ketua Tim Peneliti, Handika Dany Rahmayanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *